You are here:Home » Seputar Kita » Selvi dan kesombongannya

Selvi dan kesombongannya

Selvi, anak perempuan yang usianya telah menginjak dewasa dari keluarga yang pas-pasan. Kehidupan sehari-harinya adalah berjualan kue bersama ibunya dan kedua adiknya (ayah telah tiada). Ia tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Ia merasa malu dengan kehidupannya dan ibunya yang miskin, serba kekurangan. Dengan perasaannya yang demikian ia pun sering memaki-maki ibunya, menghujat, meminta tanggung jawab ibunya, "mengapa dilahirkan dengan keadaan miskin?".
 
Selvi, sekarang sudah menjadi sukses tapi ia sombong. Ia menjadi seorang penyanyi setelah berhasil menjadi pemenang lomba nyanyi pada suatu Kontes Terbuka. Ia pun terkenal dan bergelimang harta atas kesuksesannya menjadi penyanyi kondang.
 
Ibunya, seorang ibu yang selalu perhatian kepada anak-anaknya. Ia tidak pernah lupa mengingatkan Selvi dan adik-adiknya untuk selalu sholat 5 waktu. Namun Selvi tidak pernah menggubrisnya, bahkan malah memaki-maki ibunya yang selalu mengingatkannya akan sholat dan bersyukur kepada Allah atas kesuksesannya itu. Sang ibupun meratap sedih melihat keadaan Selvi. Begitu dan selalu begitu.
 
Pada suatu ketika, musibah datang kepada Selvi. Ia mendapatkan tawaran 'manggung' pada suatu acara besar. Tiba-tiba, suara Selvi serak dan menghilang, ia pun harus mengakhiri karirnya dengan kejadian ini, setelah ia masuk ke RS dan dokter memfonis bahwa ia menjadi bisu dan menderita kelumpuhan. Kesuksesan dan karir Selvi yang bergelimang harta pun "HANCUR". (innalillahi wainna ilahi rajiun)
 
Selvi seorang perempuan sukses, berkarir, kaya dan bergelinag harta, kini menjadi Selvi yang bisu, lumpuh, dan tidak berguna.
  
Penyesalan Selvi, ....

Pesan yang tersirat :
> Allah akan berbuat apapun sekehendak-Nya. Menjadikan sukses, kaya, miskin, dan sengsara bagi seseorang atau bahkan mencabutnya kembali dari seseorang tanpa permisi terlebih dahulu kepada seseorang tersebut. (sukses, kaya, miskin, dan sengsara itulah ujian-Nya dan takdir itulah hak ferogative Allah).
> Kesombongan atas kesuksesan bisa mencabut kesuksesan itu sendiri secara perlahan-lahan ataupun secara tiba-tiba (atas semua kehendak Allah - Allahu Akbar)

0 komentar:

Posting Komentar