Selvi, anak perempuan yang usianya telah menginjak dewasa dari keluarga
yang pas-pasan. Kehidupan sehari-harinya adalah berjualan kue bersama
ibunya dan kedua adiknya (ayah telah tiada). Ia tinggal di rumah
kontrakan yang sangat sederhana. Ia merasa malu dengan kehidupannya dan
ibunya yang miskin, serba kekurangan. Dengan perasaannya yang demikian
ia pun sering memaki-maki ibunya, menghujat, meminta tanggung jawab ibunya, "mengapa dilahirkan dengan keadaan miskin?".
Selvi, sekarang sudah menjadi sukses tapi ia sombong. Ia
menjadi seorang penyanyi setelah berhasil menjadi pemenang lomba nyanyi
pada suatu Kontes Terbuka. Ia pun terkenal dan bergelimang harta atas
kesuksesannya menjadi penyanyi kondang.
Ibunya, seorang
ibu yang selalu perhatian kepada anak-anaknya. Ia tidak pernah lupa
mengingatkan Selvi dan adik-adiknya untuk selalu sholat 5 waktu. Namun
Selvi tidak pernah menggubrisnya, bahkan malah memaki-maki ibunya yang
selalu mengingatkannya akan sholat dan bersyukur kepada Allah atas
kesuksesannya itu. Sang ibupun meratap sedih melihat keadaan Selvi.
Begitu dan selalu begitu.
Pada suatu ketika, musibah
datang kepada Selvi. Ia mendapatkan tawaran 'manggung' pada suatu acara
besar. Tiba-tiba, suara Selvi serak dan menghilang, ia pun harus
mengakhiri karirnya dengan kejadian ini, setelah ia masuk ke RS dan
dokter memfonis bahwa ia menjadi bisu dan menderita kelumpuhan.
Kesuksesan dan karir Selvi yang bergelimang harta pun "HANCUR".
(innalillahi wainna ilahi rajiun)
Selvi seorang
perempuan sukses, berkarir, kaya dan bergelinag harta, kini menjadi
Selvi yang bisu, lumpuh, dan tidak berguna.
Penyesalan Selvi, ....
Pesan yang tersirat :
> Allah akan berbuat apapun sekehendak-Nya. Menjadikan sukses, kaya, miskin, dan sengsara bagi seseorang atau bahkan mencabutnya kembali dari seseorang tanpa permisi terlebih dahulu kepada seseorang tersebut. (sukses, kaya, miskin, dan sengsara itulah ujian-Nya dan takdir itulah hak ferogative Allah).
> Kesombongan atas kesuksesan bisa mencabut kesuksesan itu sendiri secara perlahan-lahan ataupun secara tiba-tiba (atas semua kehendak Allah - Allahu Akbar)
Pesan yang tersirat :
> Allah akan berbuat apapun sekehendak-Nya. Menjadikan sukses, kaya, miskin, dan sengsara bagi seseorang atau bahkan mencabutnya kembali dari seseorang tanpa permisi terlebih dahulu kepada seseorang tersebut. (sukses, kaya, miskin, dan sengsara itulah ujian-Nya dan takdir itulah hak ferogative Allah).
> Kesombongan atas kesuksesan bisa mencabut kesuksesan itu sendiri secara perlahan-lahan ataupun secara tiba-tiba (atas semua kehendak Allah - Allahu Akbar)
0 komentar:
Posting Komentar